Berawal dari kepo akibat nonton serial Dark di Netflix, gak kalah canggih, ternyata Indonesia punya reaktor nuklir kayak juga yang ada di kota Winden, yang merupakan kota fiksi dari serial Dark tersebut, lho.
![]() |
Winden Nuclear Power Plant |
Reaktor TRIGA 2000 di Bandung
![]() |
Pasti
membayangkan seperti ini bentuknya, mirip di serial Dark. Di
berita-berita tentang reaktor nuklir di Indonesia memang sering
menggunakan ilustrasi gambar seperti ini. |
![]() |
Tapi ternyata ini dia penampang asli dari Reaktor TRIGA 2000 dari luar. |
Reaktor
yang berusia 55 tahun pada Februari, 2020, lalu, merupakan reaktor
nuklir pertama di Indonesia yang diresmikan pada tahun 1965 oleh
Presiden Soekarno. Nama sebelumnya adalah Reaktor TRIGA Mark III,
kemudian diganti menjadi Reaktor TRIGA 2000 ditetapkan pada 24 Juni 2000
oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Peresmian ini dalam rangka proses
peningkatan daya reaktor maksimum menjadi 2000 kiloWatt. Awalnya, 250
kW (1965), meningkat menjadi 1000 kW (1971), lalu mulai dinaikkan lagi
menjadi 2000 kW (1996).
![]() |
Bentuk dalam Reaktor TRIGA 2000. |
Terletak di Bandung, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Taman Sari, 71, Bandung.
TRIGA merupakan singkatan dari (Training Research Isotope Production by General Atomic). Karena dari namanya saja hanya untuk training research isotope production, reaktor ini tidak dipakai untuk pembangkit listrik tenaga nuklir seperti Winden Nuclear Power Plant.
Reaktor tersebut dibangun hanya untuk tujuan penelitian. Khususnya,
penelitian di bidang medis yang membutuhkan produksi bahan radioaktif
isotop untuk melakukan pemeriksaan anatomi dan morfologis bagian dalam
tubuh, hingga mendeteksi digunakan untuk terapi penyakit kanker dan
tumor.
Selain
itu juga digunakan dalam bidang pertanian untuk Analisis Aktivasi
Neutron (AAN) yang berguna untuk menguji sampel bahan makanan. Kabarnya, terdapat 23 varietas padi yang sudah dihasilkan dari teknologi nuklir ini.
Analisis Aktivasi Neutron (AAN) yang bermanfaat dalam melakukan pengujian terhadap sample makanan atau lingkungan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Punya 3 Reaktor Nuklir yang Belum Dimanfaatkan Secara Optimal", https://bandung.kompas.com/read/2018/09/07/16043361/indonesia-punya-3-reaktor-nuklir-yang-belum-dimanfaatkan-secara-optimal.
Penulis : Kontributor Bandung, Agie Permadi
Editor : Farid Assifa
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Punya 3 Reaktor Nuklir yang Belum Dimanfaatkan Secara Optimal", https://bandung.kompas.com/read/2018/09/07/16043361/indonesia-punya-3-reaktor-nuklir-yang-belum-dimanfaatkan-secara-optimal.
Penulis : Kontributor Bandung, Agie Permadi
Editor : Farid Assifa
Analisis Aktivasi Neutron (AAN) yang bermanfaat dalam melakukan pengujian terhadap sample makanan atau lingkungan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Punya 3 Reaktor Nuklir yang Belum Dimanfaatkan Secara Optimal", https://bandung.kompas.com/read/2018/09/07/16043361/indonesia-punya-3-reaktor-nuklir-yang-belum-dimanfaatkan-secara-optimal.
Penulis : Kontributor Bandung, Agie Permadi
Editor : Farid Assifa
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Punya 3 Reaktor Nuklir yang Belum Dimanfaatkan Secara Optimal", https://bandung.kompas.com/read/2018/09/07/16043361/indonesia-punya-3-reaktor-nuklir-yang-belum-dimanfaatkan-secara-optimal.
Penulis : Kontributor Bandung, Agie Permadi
Editor : Farid Assifa
Reaktor Kartini di Sleman
Reaktor nuklir penelitian ini terletak di Sleman, Yogyakarta. Terletak di kawasan Balai Teknologi Atom dan Nuklir di Jalan Jl.
Babarsari, Tambak Bayan, Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok,
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dapat diakses melewati
Jalan Solo - Yogyakarta.
Reaktor
Kartini merupakan reaktor nuklir kedua tertua di Indonesia ini dibangun
pada akhir 1974 dan mulai beroperasi pada Januari tahun 1979.
Bentuk
Reaktor Kartini memiliki tipe reaktor kolam dengan kapasitas 100
kiloWatt. Reaktor nuklir ini dibangun untuk tujuan penelitian dan
pengaplikasian tenaga nuklir tingkat dasar, memproduksi isotop juga
tetapi tidak melakukan produksi massal seperti Reaktor TRIGA 2000 di
Bandung serta Reaktor Serba Guna G.A Siwabessy di Serpong, Tangerang
Selatan, Banten.
Hasil penelitian yang sudah
populer dihasilkan dari Reaktor Kartini adalah alat yang berfungsi untuk
pendeteksi fungsi ginjal yang disebut renogram.
Reaktor Serba Guna G. A. Siwabessy di Serpong
![]() |
Reaktor Nuklir Serba Guna Siwabessy di Serpong |
Reaktor
Serba Guna G. A. Siwabessy merupakan reaktor terbesar dan terbaru di
Indonesia yang mulai dibangun sejak tahun 1983, mulai beroperasi pada
tahun 1987 hingga pada tahun 1992 akhirnya berhasil mencapai daya
maksimum reaktornya yaitu 30 MW atau 30000 kiloWatt.
Nama reaktor ini diambil dari nama Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Nasional tahun 1964 yaitu Prof. Dr. Gerrit. A. Siwabessy.
Terletak di Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Pernah
membuat gempar karena di daerah Perumahan Batan Indah di sekitar
reaktor tersebut ditemukan bahan radioaktif Caesium-137 yang diduga dari
reaktor tersebut, ternyata setelah diteliti ternyata bukan berasal
dari reaktor karena jika terdapat paparan dari reaktor tidak akan
terlokalisasi dan paparan akan mengikuti arah angin. Reaktor ini
dipastikan masih aman dan normal. Menurut situs resmi BATAN,
reaktor ini menggunakan proses pengamanan berlapis guna meminimalisir
dampak negatif untuk manusia dan lingkungan di sekitarnya.
Reaktor
Serba Guna G. A. Siwabessy ini didesain dan dibangun oleh perusahaan
Interatom GMBH dari Jerman (pada waktu itu masih berbentuk Jerman Barat
atau Republik Federasi Jerman) pada operasional sehari-harinya, saat
ini, reaktor ini hanya menggunakan kapasitas 15 MW dengan alasan
efisiensi. Sama seperti Reaktor TRIGA 2000 yang melakukan produksi
massal isotop
untuk keperluan medis dan industri, Reaktor Serba Guna G. A. Siwabessy
merupakan reaktor penelitian untuk pengembangan teknologi nuklir.
Indonesia
patut bangga karena reaktor ini merupakan reaktor nuklir terbesar di
ASEAN. Namun, Indonesia sendiri masih belum menggunakan reaktor nuklir
untuk pembangkit tenaga listrik seperti Winden Nuclear Power Plant
di serial Dark. Ada beberapa alasan Indonesia belum berani menggunakan
pembangkit listrik tenaga nuklir seperti seringnya terjadi gempa serta
ketakutan akan sulitnya mengolah limbah dari nuklir yang susah hancur.
Anyway, walaupun
di serial Dark yang berlatar kota Winden terletak di negara Jerman
tetapi kota tersebut hanya kota fiksi. Negara Jerman kenyataannya ingin
tidak lagi menggunakan tenaga listrik dari nuklir dan menutup PLTN yang
ada di Jerman secara bertahap. Targetnya tahun 2022 tidak ada lagi PLTN
yang beroperasi di sana.
Jangan
lupa menonton serial Dark di Netflix karena selain berhubungan dengan
nuklir, serial ini juga bercerita tentang perjalanan waktu yang seru
karena dibalut dalam kemasan misteri. Yang sebenarnya membuat pusing
karena perjalanan waktu mengharuskan mengingat berbagai timeline waktu,
serta banyak wajah tokoh dalam waktu yang berbeda, tetapi selalu bikin
penasaran dengan teori-teorinya untuk menemukan jawaban atas apa yang
sebenarnya terjadi di kota fiksi Winden ini.